Wow! Keistimewaan Unta Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Beberapa hewan disebutkan di dalam Alquran. Rupanya, hewan-hewan ini memiliki keistimewaan yang bisa diteliti atau diambil pelajaran darinya.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Penciptaan Manusia dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai unta.

Unta memang bukan hewan yang sepenuhnya indah, berlari kencang, kuat, maupun setia kepada sang majikan. Namun, unta terdiri atas campuran dari sedikit sifat-sifat ini. Hal ini membentuk karakter yang sangat spesifik dalam diri unta.

Karakter yang dibutuhkannya untuk bertahan di kehidupan gurun yang keras. Unta dan gurun adalah perpaduan yang sangat sempurna.

Kemampuan unta beradaptasi dengan kondisi alam yang demikian ini membuat manusia terdorong untuk memanfaatkannya sebagai alat transportasi handal. "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," Surah Al-Gasyiyah Ayat 17.

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman mengenai makhluk ciptaan-Nya. "Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang," Surah An-Nahl Ayat 5-7.

Tanpa unta, perjalanan melintasi gurun pada masa lalu adalah hal yang hampir mustahil. Selama berabad-abad, manusia dapat melintasi gurun Arab dan Afrika hanya dengan satu kendaraan, unta.

Di beberapa kawasan, unta hingga saat ini masih menjadi sarana transportasi utama. Unta ada dua jenis, yang berpunuk satu dan yang berpunuk dua.

Unta berpunuk dua ditemukan hidup liar di Mongolia, Asia Tengah. Dibandingkan unta berpunuk satu, unta ini relatif lebih pendek namun lebih berisi. Unta jenis ini hidup di kawasan berbatu dan bersuhu rendah, membuatnya memiliki daya tahan dan kekuatan yang mengagumkan.

Unta ini mampu menempuh jarak tidak kurang dari 35 kilometer dalam sehari dengan menggendong beban seberat 500 kilogram. Sedangkan unta berpunuk satu banyak ditemukan di padang pasir Jazirah Arab dan Afrika.

Dewasa ini, tidak ada lagi unta liar karena hampir seluruhnya sudah diternakkan. Makanan yang biasa dikonsumsinya adalah kurma, rumput dan biji gandum.

Selain itu, unta juga biasa makan daun perdu, daun kering dan biji-biji kering. Kaki unta memiliki kuku yang cenderung melebar, membuatnya tidak mudah terperosok ke dalam pasir yang lembut.

Mukanya memiliki bentuk yang unik, membuatnya terproteksi dari sinar matahari dan pasir dengan maksimal. Bulu mata dan kelopak matanya yang berlapis mampu melindungi matanya dari badai pasir.

Lubang hidungnya juga mempunyai katup yang berguna untuk menghalangi masuknya pasir ke dalamnya. Untuk hal yang sama, telinga unta memiliki bulu-bulu yang cukup lebat, baik di bagian luar maupun bagian dalam.

Punuk unta terdiri dari lemak yang berfungsi sebagai persediaan makanan. Pada saat kelaparan, punuk itu menyusut. Sedangkan mulut unta terdiri dari lapisan yang kuat, memungkinkannya untuk memotong dan mengunyah semak berduri tanpa tergores.

(Okezone.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.